• 26

    Mar

    AS Tawarkan Hadiah 11 Juta Dollar Untuk Tangkap Tiga Tokoh al-Qaidah

    Pemerintah AS menyediakan hadiah uang hingga 11 juta dollar bagi siapa saja yang bisa menemukan dan menangkap tiga tokoh al-Qaidah di Afghanistan dan Pakistan. Dari jumlah itu, 5 juta dollar diantaranya ditawarkan untuk siapa saja yang bisa memberikan informasi tentang lokasi atau berhasil menangkap Baitullah Mehsud, tokoh al-Qaida di Pakistan yang dituduh terlibat dalam pembunuhan mantan perdana menteri Pakistan, Benazir Bhutto pada Desember 2007 lalu. “Mehsud adalah salah seorang fasilitator utama al-Qaida di wilayah pedalaman Waziristan Selatan, Pakistan,” demikian pernyataan resmi Menteri Luar Negeri AS. Oleh AS, Mehsud juga disebut sebagai pimpinan senior Tehrik-e-Taliban, gerakan Taliban di Pakistan, sedangkan oleh pemerintah Pakistan, Mehsud dan para pengikutnya dituduh
  • 26

    Mar

    Tiga Pejabat Hamas di Tolak Masuk Mesir Via Rafah

    Pihak berwenang Mesir telah menolak tiga orang pejabat Hamas untuk masuk ke Mesir di penyeberangan Rafah Rabu pagi kemarin sumber Israel melaporkan. Mengutip berita dari radio Israel berdasarkan “sumber-sumber Kairo” yang tercatat, mereka ditolak untuk masuk ke Mesir adalah anggota politbiro Hamas - Muhammad Nazzal, Mushir Al-Masri dan juru bicara Hamas di Gaza - Sami Abu Zuhri. Sumber yang dikutip oleh mereka menyatakan ketiga orang tersebut memiliki perilaku negatif untuk masuk ke Mesir dan akan menghasut. Ke tiga pejabat Hamas tersebut telah berpartisipasi dalam pembicaraan perdamaian di Kairo pekan lalu. Mereka akan kembali ke Gaza pada hari Kamis ini dan belum ada indikasi tentang apakah ketiga pejabat Hamas yang ke Mesir itu akan melanjutkan pembicaraan bilateral di
  • 26

    Mar

    Sistem Demokrasi: Apakah Sesuai Syariah?

    Apakah sistem Demokrasi dan partai itu termasuk dalam ajaran Islam? Lalu bagaimana dengan Partai yang mengatasnamakan memperjuangkan Syariat Islam tapi juga memperjuangkan sistem Demukrasi? Jawaban Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 1. Kalangan Yang Anti Demokrasi Demokrasi, dalam pandangan para penentangnya, adalah sistem buatan manusia tidak sesuai akidah dan syariah Islam. Demokrasi itu sistem buatan kafir atau jahiliyah. Karena demokrasi punya doktrin bahwa kekuasaan berada di tangan rakyat, bukan di tangan Allah. Itu berarti demokrasi itu bertentangan dengan akidah Islam yang dengan tegas menyebutkan bahwa kekuasaan itu itu di tangan Allah. Mereka yang anti demokrasi mempermasalahkan bahwa hukum yang dipakai dalam demokrasi itu hanya semata berdasarkan kesepaka
  • 25

    Mar

    Detik-Detik Invasi AS ke Iraq (4) : Kekuasaan AS, Kisruh Rakyat Iraq dan Korupsi

    Sebelum para kader Partai Baath lebih banyak lagi dihabisi, Chalabi segera mengambil tindakan yaitu dengan membubarkan Baath secara resmi oleh dirinya sendiri. Usaha ini berhasil, namun AS datang dengan agenda barunya yaitu menghapus tentara Iraq. Semua itu digulirkan oleh satu orang yaitu Paul Bremer. Tidak heran jika Chalabi begitu membenci Bremer. “Bagi rakyat Iraq, memerangi orang Baath sama saja dengan membenci orang Iraq secara keselurahan.” ujar Chalabi. “Saya mendatangi Bremer dan memintanya untuk menghentikannya tapi dia menolaknya dengan alasan ini adalah keputusan Washington.” Bremer benar-benar membuat rakyat Iraq muak. Ia banyak mengambil keputusan atas pertimbangannya sendiri dan tanpa mendiskusikannya kepada para pembesar Iraq yang masih tersisa. Jel
  • 24

    Mar

    Detik-Detik Invasi AS ke Iraq (3) : Kebohongan AS Terhadap Rakyat Iraq dan Perebutan Kekuasaan

    Di Iraq, Saddam adalah sebuah simbol. Perkataan terakhirnya bahwa ia akan terus memerangi Amerika sampai akhir hayatnya telah memantik rakyat Iraq. Dr. Chalabi mengatakan, “Ia bertanya kepada saya dengan sorot mata yang tajam, ‘Anda ingin dengan cara apa saya memerangi Amerika?’”. Baik Chalabi ataupun Pachachi diam seribu bahasa, tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Setelah dialog singkat antara Saddam, Dr. Chalabi dan Dr. Pachachi, pemerintah AS mengobrak-abrik seluruh dokumen Saddam dan menemukan tujuh kelompok pengikut Saddam di Karkh dan enam kelompok lagi di Raousan. Saddam terus menyembunyikan nama-nama itu namun tentara AS menemukan juga siapa saja yang menjadi pengikut Saddam. Semua kelompok pengikut Saddam pada akhirnya ditangkap oleh AS. Mereka kebanyakan
  • 24

    Mar

    Perbedaan Pendapat Itu Rahmat atau Adzab?

    Assalamu’alaikum Banyak para da’i, kya’i, Ustadz dan orang yang dianggap ulama oleh kebanyakan orang di indonesia yang berkata bahwa Perbedaan itu indah dan merupakan rahmat. Tetapi tidak sedikit yang berkata bahwa perbedaan itu adalah bencana. Sebagaimana yang telah kita ketahui perbedaan antara Khawariz dengan Kaum Salaf, Antara Sunni dengan Syiah. Padahal ada Ayat di Al-Qur’an yang menyeru kita kepada persatuan seperti “Jika kalian berbeda pendapat, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasulnya” entah ayat berapa maklum aku mu’alaf. Jika perbedaan itu rahmat mengapa Imam Syafi’i sangat membenci kaum Syiah?, dan mengapa Khawariz diperangi oleh Sahabat nabi? Syukron jazakallah Khairan katsiron. Jawaban Assalamu ‘alaikum warahmatul
  • 24

    Mar

    Bolehkah Ijtihad Dalam Masalah Aqidah

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz, saya ingin bertanya, bolehkah kita berijtihad dalam masalah yang terkait dengan ushuludin atau masalah aqidah. Intinya, bisakah masalah aqidah menjadi wilayah ijtihad? Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh andi Jawaban Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Masalah aqidah sebenarnya memang sangat luas cakupannya. Mulai dari masalah yang prinsipil seperti tentang Ke-Esa-an Allah SWT, kenabian para utusan Allah, keberadan dan turunnya kitab-kitab suci dari Allah kepada umat manusia hingga masalah keyakinan tentang hari akhir (qiyamah). Tapi dari masalah yang pokok (ushul) itu juga bisa berkembang ke wilayah yang furu’`, meski tema kajiannya masih di bidang aqidah. Kita ambil contoh sederhana
  • 24

    Mar

    Detik-Detik Invasi AS ke Iraq (1) ; Keterlibatan Kuwait, Saudi, Mesir & Kerjasama CIA

    Setiap kali sebuah buku tentang invasi AS ke Iraq terbit, maka nama Dr. Ahmad Chalabi pun selalu disebut-sebut. Ia adalah direktur Konferensi Nasional Iraq. Tak ada yang menyangkal kecerdasan Chalabi dalam skenario pelenyapan Saddam Hussein. Ia menganalisis semua arah. Ia membeberkan semua alur kelakuan buruk AS di Iraq. Jika Dr Chalabi ditanya apa gerangan yang akan dikatakannya kepada mantan Presiden AS, George Bush jika mereka bertemu dalam perayaan enam tahun invasi AS ke Iraq, Chalabi menjawab, “Saya akan mengatakan kepadanya, terima kasih telah mendepak Saddam Hussein tapi saya menyesal apa yang Anda perbuat selanjutnya di negeri kami.” Chalabi menggambarkan George Tenet, mantan direktur CIA sebagai pembohong dan pecundang, Paul Bremer, gubernur AS di Iraq sebagai seora
  • 24

    Mar

    Detik-Detik Invasi AS ke Iraq (2) : Yordan, Iran, dan Para Pengkhianat

    Jatuhnya Iraq tentu saja tak lepas dari tangan konspirasi banyak pihak. Ketika persengkongkolan telah terbuka di antara mereka, maka saatnya membagi-bagi kue kekuasaan di antara mereka, dengan CIA sebagai kepala mandornya, tentu saja. Menurut Chalabi, hancurnya Iraq sedemikian rupa tidak melulu karena invasi AS begitu saja, namun karena berbagai negara Arab pun mempunyai peran yang juga besar. Ketika Chalabi berada di Kurdistan, ia mendapat telefon dari Raja Hussein (Yordania). Raja Hussein secara terang-terangan meminta pertemuan langsung dengan intelijen Iraq yang tengah bekerja mendekati Saddam. Tak pelak, Raja Hussein disinyalir telah mengetahui rencana kudeta AS. Raja Hussein pun mengirim kepala intelijen Yordania untuk menemui Chalabi. Intelijen Yordan bertanya apakah mungkin mela
  • 24

    Mar

    Amien Rais : Koalisi Parpol Hanya Mengejar Kekuasaan

    Menjelang pemilu legislatif partai-partai mulai melakukan penjajakan untuk melakukan koalisi, menyusun kekuatan untuk memenangkan pemilu presiden. Namun, penjajakan yang dilakukan oleh beberapa tokoh partai politik itu hanyalah diatas permukaan, belum menyentuh pada suatu program yang jelas. “Yang saya prihatinkan, koalisi-koalisi cuma berhitung kalkulasi kekuasaan. Bagaimana prosentase kekuasaan di DPR, kemudian prosentase kekuasaan dikalangan pemilih. Yang tidak muncul itu adalah koalisi itu dibuat untuk membela atau menawarkan program ekonomi, program sosial, program pembangunan seperti apa. Itu yang tidak pernah, jadi betul-betul nampak sekali mereka itu ingin mengejar kekuasaan demi kekuasaan, itu kenyataan dipermukaan seperti itu,” ujar Tokoh Nasional Amien Rais usai sem
- Next

Author

Follow Me